Senin, 04 Januari 2010

Laporan Akhir DELTU PLUS GOES TO NATURE


Akhirnya bisa juga saya mendapatkan waktu untuk menulis laporan akhir dari even yang dirancang sejak dua bulan lalu dan kita bungkus dengan kegiatan bertajuk "DELTU PLUS GOES TO NATURE" yang digelar di Citarik, Sukabumi.

Meski sudah diumumkan jauh-jauh hari, ternyata peserta yang berminat masih banyak yang maju mundur. Ada yang sudah pasti ikut ternyata pada detik-detik terakhir malah membatalkan keikutsertaannya, sebaliknya ada yang tadinya sudah pasti tidak ikut pada akhirnya ikut serta dengan rombongan besar.

Ya sudahlah. Biasa itu, dan terjadi di setiap acara yang kita gelar bukan?

Pendek kata pagi hari itu jam 07.30 WIB hari Jum'at, 1 Januari kami berempat (saya, Yundri isteri saya, Opien anak sulung saya kelas 3 SMP dan Nina si bungsu yang criwis kelas 4 SD) meluncur dengan mobil kijang kesayangan kami membelah Jalan Raya Bekasi - Jakarta. Titik tujuan kami yang pertama adalah kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Kami menjemput keluarga Asep Adiyani yang akan ikut serta dalam mobil kami. Asep datang dengan membawa keluarganya yaitu Mbak Sol isterinya, Dimas anak sulung kelas 1 SMP dan si bungsu yang sama criwisnya dengan Nina kelas 3 SD). Jam 08.30 kami sampai di lokasi penjemputan dan langsung masuk tol dalam kota menuju Sentul Rest Area.

Kira-kira pukul 09.00 WIB saat mobil meluncur menuju Sentul Rest Area, ponsel saya berbunyi. Ada dua pesan masuk. Pertama dari Kun Ani Ratih dan kedua dari drg. Tjatur. Mereka sudah sampai duluan di sana dan sedang mengisi bahan bakar. "Saya masih di km 22," begitu pesan balasan yang saya kirimkan pada mereka. Tak lama kemudian, tempat peristirahatan yang lumayan besar itu kami masuki. Langsung menuju pompa bensin untuk memenuhi bahan bakar solar. "Penuh bang," kata saya. Ya, Rp 100 ribu untuk bahan bakar menuju Citarik, Sukabumi.

Kamipun segera menuju meeting point di tempat Kun Ani Ratih, suami dan anak-anak serta drg Tjatur dan keluarga tengah menunggu. "Kumpul di Tahu gejrot ya Wan," begitu pesan singkat berikutnya saya terima. Kamipun bersalam-salaman saling menyapa dan mengucapkan selamat tahun baru 2010. Ya. matahari pertama ditahun baru baru saja bersinar. Sembilan jam sejak pesta kembang api pukul 00.00 WIB tadi malam. Saya dan keluarga melewatkan malam tahun baru di rumah saja. Maklum stamina harus dijaga untuk perjalanan ke Sukabumi ini.


Kira-kira beberapa menit menjelang pukul 10.00 pagi, kamipun bergerak menggunakan tiga mobil menuju lokasi. Paling depan adalah mobil keluarga Tjatur terdiri dari sang suami yang handsome, drg. Sugeng sebagai pilot Innova, dengan penumpang drg Tjatur, Noval 16 bulan sang serdadu cilik dan seorang pengasuh bayi. Di belakangnya adalah mobil saya dengan saya sebagai nakhoda dengan penumpang terbanyak sebanyak 7 (tujuh) orang. Dan di belakang sendiri adalah keluarga Kun Ani Ratih, suami dan dua orang anak. Semuanya 16 orang.

Wikan Wiratsongko mengirim pesan singkat ke ponsel saya bahwa dia akan berangkat usai sholat Jum'at, hampir berbarengan dengan SMS yang saya terima dari Kristianus Ade Sudiyono yang menerangkan bahwa dia berangkat dari Majenang (Jawa Tengah) langsung ke Sukabumi !

Dan begitulah, kamipun melaju menuju lokasi pertemuan. Karena kecepatan kendaraan sedang-sedang saja, akhirnya menjelang sholat Jum'at di tengah perjalanan kami berhenti sejenak untuk melaksanakan kewajiban kami sebagai muslim. Masjid tempat kami berhenti cukup besar dan parkirnya juga luas. Kami berhenti sekitar satu jam disitu dan melanjutkan perjalanan kembali sekitar pukul 13.00 WIB.

Perjalanan berjalan lancar dan aman, dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB. Di sepanjang perjalanan kami menemui berbagai pemandangan yang asyik. Juga banyak penjual durian ! "Wah enaknya nanti malam kita pesta duren," kata Asep. Sepanjang perjalanan tentu saja kegembiraan yang kami rasakan dan berbagai obrolan terlepas. Asep memang pintar mencari bahan obrolan sehingga tak terasa akhirnya kami tiba di tempat tujuan : kamp milik Selaras Outbound, The Adventures Land. Tepatnya di Kiara Land.


Begitu masuk ke kamp, kesenangan pun dimulai. Hehehehe, mata dimanja oleh warna hijau rerumputan dan areal persawahan yang menyenangkan. Balai pertemuan ada minuman aqua, air dingin maupun hangat, juga kopi serta sirup yang enak. Di pojok kamp ada delapan kamar mandi dan WC yang cukup memadai untuk dipergunakan sehingga tak perlu antri menggunakannya. Seluruh bangunan terbuat dari bambu, dengan atap dari daun rumbia. Sangat nyaman ditempati. Saya melihat ada tiga bangunan kecil masing2 berkapasitas lima tempat tidur dan satu bangunan besar berkapasitas 15 tempat tidur. Bangunana terbesar adalah Balai pertemuan yang menghadap ke lapangan yang luasnya kira-kira separuh lapangan sepakbola.

Kekurangan kamp ini hanya lokasi parkir buat mobil yang tidak ada. Selaras Outbound punya dua kamp yaitu Kiara Land dan Rock Land. Rock Land luasnya tiga kali lebih besr dari Kiara Land, dan saat kami datang sedang menerima dua buah bus berisi 150 orang tamu ! Rombongan kami yang lebih kecil ditempatkan di Kiara Land.

Acara hari pertama adalah acara bebas. Tetapi para fasilitator Selaras Outbound tidak tinggal diam. Mereka mengajak para peserta menjalin keakraban dengan menggelar rupa-rupa permainan kreatif yang mengasyikkan. Anak-anak tentu saja gembira dengan permainan yang digelar sebagai pengisi waktu siang hingga sore hari itu. Di lokasi acara sendiri, sudah ada keluarga besar Maksun yang ikut bergabung sebagai unsur plus nya :) Saya tidak sempat menghitung jumlahnya, tapi mungkin ada 10 orang. Karena selain Maksun, isteri dan anak-anak maka keluarga kakak ipar Maksun juga ikut serta.


Sekitar pukul 17.00 WIB, acara game pun selesai dan anak-anak berkreasi sendiri mencari permainan baru yaitu nyebur ke sungai kecil yang tak jauh dari kamp. Berbasah-basah mandi di sungai, hahahaha ..... dasar anak kota ! Tak lama kemudian, keluarga Ade Sudiyono masuk ke kamp dengan membawa lima anggota pasukan, disusul Wikan Wiratsongko dengan tujuh anggota keluarga, termasuk ibu mertua ! Dan kemudian keluarga Soni Listio ikut pula hadir. Agak sedikit larut saat digelar acara hiburan masuklah keluarga Eko Priyanto ke kamp perkemahan.

Perkemahan ? Ya karena jumlah peserta yang melebihi kapasitas pondokan akhirnya didirikan empat buat tenda besar yang kemudian diisi dengan tiga kasur. Malam harinya adalah acara perkenalan dan keakraban peserta. Tersedia pula organ tunggal dan kamipun menggelar acara lomba menyanyi. Tentu dengan suara yang pas-pasan, hahahaha .... semua orang bergembira, menyambut datangnya Tahun Baru. Yang paling bagus suaranya tentu saja Pak Mayor kita, drg. Sugeng. Maklum tentara, hahahaha ..... kan tentara kudu bisa nyanyi kan?

Yang paling jelek suaranya tentu saja saya, hahahaha ... juga paling nekad. Anak saya yang bungsu sampai menutup kuping karena malu mendengar suara ayahnya yang jelek. Wakakakak. Nggak perduli dah. Yang penting menyanyi. Jadi teringat saat kita ke karaoke bareng-bareng beberapa bulan yang lalu.


Acara akhirnya ditutup dengan menyalakan api unggun dan pesta duren rame-rame di sekeliling api unggun. Kira-kira jam 23.30 WIB menjelang tengah malam, perlahan-lahan kamp akhirnya sepi dan para peserta tertidur lelap di tempat pilihannya masing-masing. Saya sendiri memilih tidur di tenda, sembari mengenang dulu saat masih aktif di Pramuka SMA 2 Purwokerto. Hahahaha ..... dingin euy. Tapi nyenyak juga, wong kecapekan.

Esoknya, setelah bangun, kami semua berkumpul di balai pertemuan kamp untuk mendapatkan briefing singkat untuk rafting yang akan kami gelar pada pukul 07.30 WIB. Rombongan kami memang mendapatkan jadwal rafting pagi hari. Kami dibagi menjadi lima group perahu. Saya sekeluarga masuk group satu bersama Wikan dan puterinya yang sulung. Pemandu kami bernama Kang Iming yang juga merangkap Koordinator Rafting. Jadi perahu karet yang kami tumpangi akan berlayar paling belakang.

Kami semuapun segera menuju sungai, tempat jalur rafting yang terletak sekitar 200 meter dari kamp. Saya duduk paling depan bersama Wikan. Di belakang saya duduk Nina si bungsu (9 tahun, kelas 4 SD) dan di belakang Wikan adalah Opien si sulung (13 tahun kelas 3 SMP). Di belakang Nina adalah Yundrie, isteri saya. Dan di belakang Opien adalah puteri sulungnya Wikan, Najla yang usianya sekitar tujuh tahun. Sementara di buritan perahu tentu saja pemandu kami yang berpengalaman yaitu kang Iming.

Para peserta diwajibkan mengenakan perlengkapan standar untuk rafting yaitu helm, pelampung dan dayung. Nina dan Najla karena masih terlampau kecil hanya menjadi penumpang saja dan tidak memegang dayung. Jarak tempuh arung jeram kali ini adalah kelas family yaitu hanya lima kilometer saja dan ditempuh dalam waktu sekitar satu jam. “Kedalaman air ideal sekali yaitu 70 cm,” kata Maksun saat menyampaikan briefing.


Tadinya banyak yang takut-takut dan ragu untuk mengikuti mata acara puncak ini. Nina, puteri saya misalnya berkali-kali merengek ketakutan. Maklum saja, dia belum bisa berenang. Begitu juga Najla. Tetapi melihat di group lain juga ada anak-anak yang terlihat lebih berani, merekapun akhirnya ikut menjadi berani juga. Meskipun kesan takutnya tak bisa tertutupi.

Yang lebih lucu drg. Tjatur. Meski ikut turun ke tepi sungai, pakaiannya masih rapi, dan memang tadinya dia tidak ingin mengikuti acara ini menemani Rita, isteri Wikan yang kurang enak badan, juga isteri Ade yang kurang PD. Tetapi melihat banyak anak kecil yang turut serta dia menjadi penasaran. “Eh nanti basah ndak ya?” tanyanya lugu. Kamipun cekakakan mendengar pertanyaan terakhir itu. Wah, kalau nggak basah malah ajaib itu bu dokter, hahahaha ....

Dan perahu karet demi perahu karet pun meluncur ke tengah sungai yang mengalir deras. Teriakan kaget, gembira dan asyik bersahut-sahutan dari perahu yang satu ke perahu yang lain. Benar-benar mengesankan. Boom, atau terjunan jeram yang tersedia memang membuat adrenalin terpacu bagi yang baru pertama kali mengikuti acara ini.

Sebenarnya sungainya tidak terlalu seram. Cuma boom nya itu yang bikin kebelet pipis terus. Boom pertama tidak terlalu masalah, tetapi saat boom yang ketiga dan keempat, teriakan kami semua melengking tak keruan. Lumayan, ada kali 1,5 meter tingginya. Hahahaha. Rasanya tidak ada yang tidak menjerit-jerit entah menjerit karena senang atau takut. Saya sendiri berkali-kali berseru mengingatkan Nina dan Najla, dua gadis kecil di belakang agar berpegangan erat-erat pada tali perahu karet. Ngeri aja kalau kedua gadis kecil itu terlempar dari perahu, ya nggak? Meski kekhawatiran saya itu sungguh tak beralasan.

Pas sudah mau finish, perahu kita sempat kesangkut batu. Kang Iming berteriak agar kami memindahkan beban perahu ke kiri, terus ke kanan bergantian sehingga perahu karet bergoyang-goyang. Dan akhirnya terbebas dari sangkutan. Memang hebat Kang Iming ini ya?

Di depan kami, entah pegangannya kurang kuat atau asyik melamun ternyata ada perahu yang terbalik. Tetapi penumpangnya malah tertawa terbahak-bahak. Juga ada salah satu peserta yang terlempar. Belakangan dapat informasi yang terlempar ke sungai itu ternyata Nyonya Maksun. Wah, kok bisa?

Tetapi memang seru sih. Meskipun banyak peserta yang awalnya takut-takut. Bahkan Nina, yang di awal pengarungan jeram merengek-rengek takut, ternyata di lokasi finish malah ketagihan. “Kapan lagi Yah, kita coba lagi,” ? Lho, kok kayak angin? Tadinya ketakutan. Sekarang malah berani. Hebat deh.

Di akhir arung jeram kita disuguhi kelapa muda. Basah-basah pakaian kami semua, termasuk drg Tjatur yang tadi tanya. Tapi semua mengaku : ”seru dan ingin mengulang lagi !” Kamipun kembali ke kamp dan membersihkan badan dan segera menikmati makan siang terakhir. Benar-benar acara yang tak terlupakan. Kami juga berkesempatan mendapatkan foto-foto saat mengikuti rafting yang diabadikan oleh tim dari Selaras Outbound.

Setelah itu kami semua berkumpul di Balai pertemuan Kiara Land, dan menyampaikan pesan dan kesan serta berfoto untuk terakhir kalinya. Berikutnya sebagian dari peserta menuju Pelabuhan Ratu untuk piknik ke pantai. Jaraknya memang tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15 km saja lagi. Dan sebentar saja kami sudah tiba di Pelabuhan Ratu.

Dari Pelabuhan Ratu, kamipun pulang kembali ke Jakarta dengan membawa kenang-kenangan yang tak terlupakan mengenai acara “The Deltu Plus Goes to Nature.” Foto-foto silahkan lihat di facebook saya, Kun Ani Ratih atau Tjatur.

Dilaporkan oleh Iwan Sams, dokumentasi Kun Ani Ratih

Sabtu, 02 Januari 2010

Deltu-Plus Goes to Nature (3)












Dokumentasi Iwan Sams & Kun Ani Ratih

Deltu-Plus Goes to Nature (2)


Peta sudah dikirim oleh Mister Max. Dan sesuai dengan konfirmasi akhir yang saya terima hari Sabtu lalu maka peserta outing Deltu-Club ke Sukabumi hari Jum'at dan Sabtu, 1-2 Januari 2010 nanti adalah :

(1) Keluarga Iwan Samariansyah (4 orang)
(2) Keluarga Wikan Wiratsongko (4 orang)
(3) Keluarga Catur Yuliastuti (3 orang)
(4) Keluarga Kun Ani Ratih (4 orang)
(5) Keluarga Elly Sacharina Dewi (3 orang)
(6) Keluarga Sonny Listio (2 orang)
(7) Keluarga Nina Indrayani (4 orang)
(8) Keluarga Bowie (4 orang)
(9) Keluarga Adiyani (Asep) - 4 orang
(10) Keluarga Eko Priyanto - 4 orang

Masih ditunggu kedatangan dan kepastiannya hingga email ini diturunkan adalah :

(1) Keluarga Ken Cintowati (5 orang)
(2) Keluarga Roeliyanto Moegiyatno (4 orang)
(3) Keluarga Erwien Soebihartanto (4 orang)
(4) Keluarga Ida Riyana (4 orang)
(5) Keluarga Ugi Susniati (4 orang)
(6) Keluarga Ade (4 orang) -- email terakhir menyatakan akan menyusul pada Sabtu malam atau Minggu pagi.
(7) Keluarga Roy Widijono
(8) Keluarga Imam Wuryanto

Yang pamitan pada saat-saat terakhir adalah :
(1) Keluarga Ratno Charis
(2) Keluarga Nuriana Budi Cahyani
(3) Keluarga Tentrem Murih Astuti
(4) Keluarga Yuddy Setyo Wicaksono
(5) Keluarga Kasid - Bandung
(6) Keluarga Slamet Iwandito - Bandung
(7) Keluarga Ipung - Cilegon

Teknis pemberangkatan : Semua peserta langsung menuju ke Sentul Rest Area, Jalan Tol Jagorawi. Kontak person adalah saya (0811-146351) , saudara Max (0811-1986864) dan saudari Kun Ani Ratih (0812-9410574) . Biaya per orang adalah Rp 135ribu (tanpa RAFTING) dan Rp 275ribu (dengan RAFTING). Bayi dan anak-anak di bawah usia 7 tahun gratis !

Biaya tersebut nanti dikumpulkan dan diserahkan ke saudari Kun Ani Ratih (Bendahara) sebelum acara supaya bisa segera dibelanjakan untuk kebutuhan makan 3x, penginapan dan sewa alat-alat yang diperlukan.

Panitia juga memberikan subsidi sebesar Rp 500 ribu,- untuk keseluruhan peserta yaitu merupakan uang kas sisa dari Acara terakhir berupa Karaoke Bersama di Inul Viesta beberapa bulan lalu.

Laporan Selesai.
Komisioner Deltu Club,

Iwan Samariansyah

Disarikan dari milis DLTU_Club@yahoogroups.com

Deltu-Plus Goes to Nature (1)

Perkemahan Old and New di tengah alam yang asri dilengkapi dengan kegiatan Rafting untuk keluarga - paket dewasa dan anak-anak yang dijamin memberi pengalaman tak terlupakan.

Diberikan paket hemat buat rekan deltu : Hanya Rp 275.000/orang dengan fasilitas Menginap di Kiara Tradisional Cottage, 3 kali makan dan 2 kali snack, Rafting 5 km, Kelapa muda, local transport, sertifikat rafting). Apabila ingin paintball hanya menambah Rp 50.000,-

Bila tidak ikut Rafting maka biaya bisa berkurang.

Acara Pokok :
Digelar pada tanggal 1 Januari - 2 Januari 2010 kita menuju Sukabumi. Sebaiknya didaftar kendaraannya dulu agar keluarga yang mau ikut bisa berangkat bareng-bareng dalam satu kendaraan.

Deltu Plus, karena acara digelar oleh Angkatan 1987, namun membuka diri untuk peserta kakak kelas (1985 dan 1986) dan adik kelas (1988 dan 1989).

Kontak person : iwansams@gmail.com atau 0811-146351.

Diambil dari Old and New The Deltu Plus
SMA Negeri 2 Purwokerto Group on Facebook

Sabtu, 12 Desember 2009

Surat dari Kakak Angkatan '72

Iwan Sams, mendapatkan email dari Kakak kelas kita, angkatan 72. Mungkin Bapak kelas kali ya? Hahaha ...

Nama beliau Supriyatno Sutardjo mengirim e-mail berikut ini untuk tambah2 wawasan mengenai sekolah yang kita cintai itu.

Kyai Lurah,

jamane inyong sih sing jenenge eskul urung ana tur kegiatan luar pelajaran sitik banget,

Tahun 72 ana pramuka aku melu mung telung wulan terus bubar oranana lanjutane jarene oranana pelatihe. Wektu kuwe sing ana saka dirgantara pelatihe auri sekang wirasaba, dadi ya pramuka magel/mendo.

Rohis urung ana, aku bocah enem apa papat yah wis klalen tau di seneni pak Eman Sudarsono guru agama waktu kuwe sebabe ora melu jumatan ning bangsal. Gemiyen durung ana mushala/masjid sakiye wis ana ya!

Lha kegiatan sore bar skolah biasane ya pada sinau bareng ngerjaken PR sekang Bu Suji, Pak Darso, Pak Yono, Pak yuwono dll. Angger ora nana PR ya pit-pitan kliling praketa, lha wong inyong dudu asli praqerta.

Nek Olahraga mlayu-mlayu metu sekang sekolahan biasane muter ngliwate smea maranata nang kono nggodani bocah SMEA.

Disarikan dari milis DELTU-Club@yahoogroups.com

Rabu, 09 Desember 2009

"Korupsi" di SMAN2 Purwokerto


Memperingati tanggal 9 Desember 2009 ini sebagai hari anti korupsi, nih jadi teringat sesuatu di sma2 pwt dulu... Kategorinya ya masuk sebagai korupsi, cuma gak tahu bisa masuk untuk diselidiki KPK apa tidak ya gak tahu, mestinya ya tidak wong kejadiannya sudah dulu banget... dan pelakunya kalau diselidiki ya banyak juga sebenarnya.. . (Hayo padha mau ngaku apa tidak)... Kerugiannya berapa, siapa yang menanggung ruginya itu... Pokoknya judul thread ini adalah Korupsi di SMAN2 Pwt, kalau mau lebih lengkap ya ditambah 'jaman dulu'. Baca saja terus lanjutannya ini.

Mudah-mudahan masih padha ingat kalau pelajaran olahraga (yang bukan teori lho ya), biasanya kan siswa sudah ganti seragam olahraga yang warna biru itu (kayak seragamnya City apa seragamnya Lazio persisnya ya ?). Kalau yang laki biasanya ganti di kelas, kalau yang perempuan ganti dimana ya (lupa aku tempatnya). Terus habis itu kumpul di lapangan dan diabsen sama pak Gi (CMIIW, wong namanya lupa2 ingat). Setelah lengkap, semua disuruh keliling lapangan sekolahan depan tapi lewat jalan bukan di pinggir lapangannya. Jadi biasanya mengikuti arah berlawanan jarum jam (ini kayaknya juga bener, soalnya kalau searah jarum jam, nanti ngelawan arus).

Terus korupsinya dimana ? (ya bentar dong, ni lagi ngingat-ngingat lagi, kalau gak sabaran, yang dikorupsi ceritanya ini saja lho).

Pak Gi biasanya instruksi lari-lari kecil keliling 3 putaran, terus ke arah jalan tanah (tahun 84-87 dulu belum diaspal) terus masuk ke jalan besar, berlari di trotoar biasanya, terus belok kiri masuk jalan ksatrian dan masuk lorong sekolahan lagi. Genap 1 putaran dan terus sampai 3 putaran. Itu normalnya.

Terus korupsinya dimana sih ?

Waktu itu kan ada 4 unit (apa 3 unit ya) bangunan kelas yang di pojok barat lapangan menghadap ke timur membujur utara-selatan. Tentu saja kalau pas di sebelah barat bangunan itu akan tidak kelihatan oleh pak Gi (hehe... wong pak Gi sendiri gak ikut lari). Nah ini yang pelaku korupsi beraksi, saat putaran pertama, dia (atau sering mereka) cuma lari sampai sini saja, sementara yang lain tetap lari. Para koruptor ini menunggu temannya yang lain berlari sampai putaran yang kedua atau malah yang ketiga, kemudian baru ikut lari kembali untuk putaran tersisa.

Nah betul kan itu sudah tergolong korupsi, jadi bertobatlah wahai para koruptor... mumpung masih ada kesempatan bertobat.

Kalau tidak ingin diproses di KPK, ya coba lah saat reuni-an kembali di sekolahan (yang entah kapan lagi), lunasi lah hutang-hutang lari sekian putaran sesuai dengan jumahyang dulu dikorupsi... .

ps. sorry kalau bikin judulnya dibuat mengerikan dan dapat merugikan nama baik sekolahan... .

Salam semuanya,

Iqmal

(Diposting Iqmal Tahir di milis deltu-club@yahoogroups.com)


Ps: Gambar illustrasi tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya, waspadalah...!!!

Kamis, 03 Desember 2009

"Finding Nemo, Uppss... Finding Ugi"


Kawan,

Di facebook baru saja seorang kawan kita menemukan diriku dan dia kita temukan. Ugi S. Damas namanya.

Dulu saat sekolah dia kita kenal dengan nama Ugi Susmiati, ex Fisika-2. Saat ini Ugi berdomisili di Rawamangun, Jakarta. Aku sudah mengundangnya bergabung di milis ini.

Salam,

IwanSams



Ugi :

makasih wan ! tp jgn dibilang diketemukan, oya..namaku ugi susniati,bukan susmiati ! blm di nasi kuning..rumahku di pwt d jln mas cilik no 12.

IwanSams:

Gi,

Tradisi di milis ini, kalau kawan lama tak berjumpa terus "ketemu" ya dianggap barang temuan alias diketemukan, hehehehe ............ .

Kalau kumpul-kumpul dan pas ada Nina, selalu salah satu topik yang hangat disinggung adalah "dimanakah Ugi sekarang berada?"

Saat Reuni Akbar tahun lalu, kang Kadar sebenarnya sudah berusaha mencarimu di Jalan Mas Cilik, namun entah kenapa tak ketemu. Mungkin beliau mencarinya di alamat yang keliru.

Suatu hari saat aku dan keluargaku menginap di Hotel Mutiara Purwokerto, kusempatkan berjalan kaki bersama anakku ke jalan mas Cilik juga. Tapi kok waduh, semuanya sudah berubah. Hampir tak kukenali lagi rumahmu yang biasa juga jadi tempat ngumpul anak-anak kost seperti aku, Tartum dan Wikan dulu usai latihan Pramuka saat jaman dulu itu Gi.

Jadi, begitulah. Finding Ugi. Mirip dengan film kartun lucu yang sukses itu. Judulnya Finding Nemo. Hehehehe

Gi, ceritakan kau kemana aja selama 20 tahun ini ? Kita tahunya kau kuliah di ISI. Kalau dilihat di facebook, kau malah sudah jadi Direktur, pula sudah S-2. Luar biasa.

Silahkan .....

Kadar Juniarto :

Betul, tidak mengenal maka tak sayang

Silahkan memperkenalkan diri lagi, buanyak yang menanti apalagi ditambah bumbu-bumbunya disekitar jeng Ugi. Dulu pada saat persiapan reuni kota kripik ini kita kubek bareng-bareng, kita cari sisa-sisa informasi hanya bermodal buku biru (yang sudah lumayan kucel).

Dibantu kawan-kawan panitia akhirnya kita bagi tugas masing-masing wakil kelas minimal harus bisa mendapat informasi 20 orang. Luar biasa hasilnya dari sekitar 70 nomor telepon yang ada di blog deltu bertambah menjadi 194 nomor telepon (yang semuanya aktif waktu itu). Dan sesuai dengan mandat yang ki lurah dan sedulur berikan (update itu jalan terus) sampai kapan yah ?

Mungkin sampai kita sama-sama tua atau sampai ajal menjemput kita ?

salam

Iqmal Tahir :

Ugi itu memang mungkin mirip orang ilang, bayangkan saja Yanti yang pernah ditanya saja sampai gak tahu... Yanti itu yang dulu di gang mas cilik juga, serumah sama Ugi. Untuk jelasnya ya tanya Iwan kalau yang untuk mbakyu ini...

Disarikan dari milis DELTU-Club@yahoogroups.com