Kamis, 31 Maret 2011

Kung Fu Panda

Oleh : Donny Cahyo Nugroho


Po , si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie ayahnya, memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar Kung Fu. Tak disangka, dalam pemilihan Pendekar Naga, Po dinobatkan sebagai Pendekar Naga yangdinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa dari balas dendam Tai Lung.

Saat menonton film animasi ini, kita seperti diingatkan tentang beberapa hal:

1.
The secret to be special is you have to believe you're special.
 
Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial.

Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa.
Seperti kata Master Oogway, You just need to believe


2. Teruslah kejar impianmu.
 

Po , panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway,  

kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present hadiah

Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.
3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri.

Master ShiFu ogah-ogahan melatih Po. Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya.

Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah.  


Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.

4.Tiap individu belajar dengan cara dan motivasinya sendiri.

Hi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain.


Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan.

5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah.

Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. 

Memberikan impian bahwa Tai Lung
akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya.

Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu. 


Baru-baru ini saya bertemu seorang ibu yang selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa anaknya tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan orang yang tidak ahli di bidang autistik. Mendeskreditkan pandangan ahli-ahli di bidang autistik. 

Dengan sengaja memilih terapis yang tidak kompeten, agar bisa disetir sesuai keinginannya. Akibatnya proses terapi 11 tahun tidak membuahkan hasil yang signifikan. Ketika kita punya image yang keliru, kita akan melangkah ke arah yang keliru.

6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hatimu.
Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.

7. Keluarga sangatlah penting.
Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah.
Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu.
Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?

May God Bless U

Harga Kesuksesan

Oleh : Makhsun Al Makky




Sahabat hebat.... 

Ada kisah terkenal tentang Thomas Alfa Edison. Beliau adalah seorang ilmuwan, penemu, pengusaha, yang memilik 1.093 paten atas namanya. Salah satu penemuannya yang paling terkenal dan bermanfaat adalah; lampu listrik.

Setelah mencoba 9.999 kali untuk menyempurnakan lampu pijarnya dan belum berhasil, seorang bertanya padanya,"apakah anda mau gagal 10.000 kali ?" 
Thomas Alfa Edison menjawab," Saya bukan gagal lho...Hanya saja, saya temukan satu lagi cara yang tidak efektif untuk membuat lampu pijar". .

Saya akan berbagi kepada sahabat hebat tentang salah satu ucapannya yang sangat mengena untuk saya pribadi, dan mungkin juga mengena untuk anda ; "Opportunity is missed by most people because it is dressed inoveralls and looks like work"

Terjemahan bebasnya:

"Kebanyakan orang tidak dapat melihat sebuah peluang, karena peluang terlihat seperti sesuatu yang membutuhkan kerja"

Secara jujur harus saya sampaikan, bahwa apa yang dikatakan oleh Bang Edison benar adanya. Kebanyakan orang didunia ini ingin sukses, mungkin termasuk anda, namun tidak ingin bekerja. 

Mereka selalu berharap hidup-nya berubah dan keajaiban secara tiba-tiba akan membuat mereka sukses. Seperti membalik tangan atau sulap 'sim salabim' langsung kesuksesan datang menghampirinya. 

Yang lebih buruk lagi adalah : mereka mencari alasan (yang akan dengan gampang ditemukan!) untuk membiarkan peluang itu lewat begitu saja. Bahkan, kadang kita memandang kesuksesan orang lain karena memiliki karunia khusus, kita terjebak dalam perangkap penjara mental. 

Padahal kalau kita lihat dari dekat atau kita pelajari dari sejarah perjuangan orang sukses termasuk seperti kisah Bang Edison tersebut akan tampak secara jelas bahwa karunia terbesar yang dimiliki oleh orang-orang sukses adalah kemampuan mendorong diri sendiri secara konsisten gigih dan penuh kesabaran untuk mengambil tindakan.

Itulah karunia yang bisa dimiliki oleh siapapun termasuk anda. Kata Andre Wongso ' Success is my right..!' Sukses adalah hak saya...hak anda dan hak semua orang yang mau membayar dengan tindakan nyata.

Sahabat hebat, 

Semua kesuksesan membutuhkan kerja. Sesuatu disebut "sukses", karena usaha, konsistensi, dan pengorbanan yang diperlukan untuk meraihnya. Seperti Bang Edison yang melakukan kegagalan sebanyak 10.000 kali atau bahkan lebih sebelum beliau akhirnya dapat menemukan lampu listrik!

Jadi, mari kita bersikap terbuka, pelajari dan ambil tindakan nyata untuk setiap peluang yang dapat merubah hidup kita menjadi lebih baik. Jangan sampai kita menjadi seperti kebanyakan orang,dan berakhir dengan kondisi hidup yang sama seperti kebanyakan orang...


Salam Sukses Berkelimpahan

Memilih SMA Negeri 2 Purwokerto

Sebagian guru-guru SMA Negeri 2 Purwokerto di depan Gedung Sekolah
Oleh : Tri Budi Yuswantoro

ORANG memilih sesuatu pasti ada alasannya, termasuk waktu memutuskan untuk masuk di SMAN 2 Purwokerto. SMAN 2 dipilih tidak hanya oleh mereka yang berdomisili di Purwokerto atau Kabupaten Banyumas, melainkan juga dari luar daerah bahkan luar pulau Jawa.

Bayangkan ada yang lulusan SMPN 1 Tanjung Selor (sebuah kecamatan di pelosok Kalimantan Timur), ada yang pindahan dari Palu, dari Prabumulih, dari Jakarta, dari Wonosobo dan juga dari Banjarnegara.

Mereka semua pasti memiliki alasan mengapa menjatuhkan pilihan pada SMAN 2 Purwokerto. Saya pribadi memilih SMAN 2 Purwokerto karena kakak pertama saya bersekolah di sana. (lulusan tahun 1981, satu angkatan dengan Mas Bowo kakaknya Toni). Salah satu cerita kakak yang membuat saya tertarik adalah tradisi mendaki Gunung Slamet bersama sama dengan teman satu angkatan. Maklum saat itu paling tinggi kita kalau ke Baturaden kita ke pancuran telu.

Walaupun mendaki Gunung Slamet medannya berat tapi kalau beramai ramai sepertinya saya sanggup dan pasti menyenangkan. Sayang, belum sempat saya bersekolah di sana, ada musibah kebakaran Gunung Slamet yang menurut berita dilakukan oleh rombongan pendaki gunung dari SMAN 2 Purwokerto tahun 1982.

Sejak saat itu tradisi mendaki Gunung Slamet ditiadakan. Namun hal itu tidak menyurutkan keinginan saya untuk tetap bersekolah di sana, apalagi ditunjang dengan keberadaan lapangan di depan sekolah menambah kesan tersendiri. Jarang lho sekolah memiliki lapangan yang begitu luas. Biarpun tidak ada kegiatan mendaki gunung bersama, namun masih ada kegiatan lain yang wajib diikuti setiap siswa kelas 1 yaitu pramuka dan berenang.

Berbeda dengan pramuka yang ogah-ogahan diikuti, kegiatan berenang merupakan kegiatan yang ditunggu tunggu. Beramai ramai naik colt omprengan duduk di belakang berhadapan hadapan menuju ke kolam renang Walik di Purbalingga. Saling bercanda dan memamerkan kemampuan berenang seperti terjun ke air, terjun dari papan loncat tertinggi dan menyelam paling lama.

Terlihat Iwan Sams, teman sekelasku yang badannya kerempeng mencoba pamer terjun ke air, sayang dada dan perut dulu yang kena air, kesakitan banget kelihatannya dia, ha ha ha. Benar benar menyenangkan apalagi saat kelas 2 kegiatan itu masih dilakukan hanya lokasinya pindah di kolan renang Tirta Kencana jalan Gerilya Timur Purwokerto. Sayang airnya mengandung kaporit, beda dengan kolam renang Walik yang masih alami dari sumber.

Lho kok malah kegiatan ekstra aja yang dipikirkan, bukan mikirin akademisnya. Kalau itu bagian anak anak yang jenius deh seperti Ajib, Iwan, Ade, Kuntarto, Hardiyanto, Iqmal, Philip, Agung, Yuddi, Tartum, Kadar, Indarti, Tjatur, Arina, Robert, Yunita, Antoni, Ibnu dan masih banyak lagi.