Rabu, 12 September 2007

Memasuki Ramadhan

Teman-teman,

Tak terasa kita bertemu lagi dengan bulan suci Ramadhan, bulan di mana Allah swt. sangat "mengobral" pahala dan "mendiskon" dosa-dosa kita. Betapa sayangnya Allah kepada kita semua. Allah ciptakan bulan di mana 10 hari pertamanya adalah syahrun mubarok - bulan penuh berkah, kemudian 10 hari kedua adalah syahrul maghfiroh - bulan penuh ampunan, dan 10 hari terakhirnya adalah itqun minannar - dibebaskan dari siksa neraka. Alangkah ruginya kita seandainya bulan suci ini kita lewatkan begitu saja.

Saya ingat semasa kecil, menjelang buka puasa atau abis sahur menjelang shubuh, saya suka sekali "pit-pitan" mengelilingi Tugu Monas-nya Purwokerto di Simpang Gatot Subroto & Jalan Merdeka, atau ke Masjid Baitussalam di Alun-Alun, atau jalan kaki ke Masjid Istiqomah di Kauman untuk mengikuti pengajian ba'da shubuh.

Apalagi mengenang kegiatan kita saat SMA di mana kita adakan kegiatan amaliah ramadhan, di Musholla At Tahrim, yang ternyata saat saya berkesempatan berkunjung ke sana tempo hari, kegiatan Pengajian Ahad Pagi masih tetap berlangsung. Mudah-mudahan kegiatan amaliah Ramadhan pun begitu pula.

Bagaimana dengan amaliah kita sekarang?

Masing-masing sekarang punya kesibukan, berjuang dengan pekerjaannya sendiri-sendiri. Tapi seandainya kita niatkan semua itu dengan ikhlas, Insya Allah kita tetap diberikan kemudahan untuk beribadah. Karena pada dasarnya bekerja itu juga beribadah, menghidupi keluargapun adalah jihad yang tak ternilai.

Teman-teman,

Selamat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan, semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Mari kita lewatkan hari-hari di bulan suci ini dengan langkah yang bersih, tetap semangat, untuk selalu menggapai kebahagiaan yang kita dambakan. (Adjib Al Hakim).

Senin, 10 September 2007

Foto-foto Gedung SMA Negeri 2 Purwokerto

Foto-foto Gedung SMA Negeri 2 Purwokerto saat ini. Diambil gambarnya oleh Ajib Al Hakim, alumni 1987 pada Hari Minggu pagi, 2 September 2007.

Sudah 20 tahun berlalu ya untuk Esmadu-Deltu ? Coba seandainya lebaran ini kita pulang ke Purwokerto bareng-bareng ya ? Senangnyaa .....

Keterangan foto dari atas ke bawah :

(1) Plang nama SMA Negeri 2 Purwokerto

(2) Toilet SMA Negeri 2. Waduh, sudah 20 tahun berlalu. Rasanya kok
tidak ada yang berubah ya dari toilet ini. Engki '87 pernah dikamplengi Pak Darso di depan toilet karena memerciki air dari atas. Engki mengira orang yang di dalam toilet itu temannya juga. Ternyata Pak Darso. Rasain lu.

(3) Musholla At Tahrim SMA Negeri 2 Purwokerto, tempat ibadah pelajar muslim yang juga menyimpan seribu cerita berbagai kegiatan yang dirancang oleh Seksi Kerohanian Islam OSIS SMA Negeri 2 Purwokerto.


(4) Salah satu lorong yang ada di SMA Negeri 2 Purwokerto. Lorong ini dulu menyambung gedung utama dengan Aula besar di belakang sekolah. Bila hari hujan, kegiatan ekstra kurikuler digelar di Aula yang lumayan besar itu.


(5) Gedung SMA Negeri 2 Purwokerto tampak dari Jalan Satria Purwokerto. Mulai dari bagian ini ke belakang akan diambil alih lahannya oleh pihak TNI.


(6) Inilah bekas Kantin SMA Negeri 2 dan rumahnya Pak Dikin, penjaga sekolah yang melegenda itu. Rumahnya itu tempat para pelajar bengal membolos atau merokok sembunyi-sembunyi.

(7) Ruangan tempat kelas I-3 dan kelas I-4 Angkatan 1987 dulu berada. Paling pojok adalah Sekretariat OSIS yang waktu itu juga berfungsi sebagai Gudang beras. Kasihan deh.

Senin, 03 September 2007

Profil Alumni Deltu


ALUMNI Deltu yang bersekolah di SMA Negeri 2 Purwokerto dapat dipastikan mengalami semua yang disebutkan di bawah ini, karena itulah kita menjadi satu generasi yang senasib dan sepenanggungan. Silahkan dicocokkan seraya bernostalgia :

1. Sewaktu SD mengalami perpanjangan tahun akademik 1978/79

2. Masih mendengarkan sandiwara radio Catatan Si Boy di Radio Almamater yang direlai dari radio Prambors Jakarta. Dan tak lama kemudian menonton filmnya di bioskop.

3. Pernah punya textbook dgn tulisan 'Sesuai Kurikulum 1975', dan ketika SMA menjadi kelinci percobaan 'kurikulum SMA 1984' dengan jurusan Fisika (A-1), Biologi (A-2) dan Sosial (A-3).

4. Pernah ngerasain sekolah setengah hari sewaktu SD dan SMP karena :
a) Ada pertandingan Muhammad Ali vs Larry Holmes (1980)
b) Wajib nonton Janur Kuning (1981)
c) Wajib nonton film Pemberontakan G 30 S/PKI (1984)

5. Pernah punya salah satu produknya Nike (sepatu, kaos kaki, singlet...)

6. Bosan nungguin gerhana matahari total yg ternyata lamanya minta ampun

7. Ikut menjadi peserta Pilot Project, serta mempromosikan Senam Kesegaran Jasmani

8. Pernah punya sepatu merek Lotto atau Panther

9. Channel TV cuman TVRI doang

10. Kalo hari minggu nonton "Little House On The Prairie"

11. Anak-anak cewek pada demen sama produknya Sanrio yaitu : Hello Kitty, My Melody, Little Twin Star, dan sebagainya.

12. Kalo pake celana jeans, dilipet sampe pas dibawah dengkul, pake slayer, kemeja flanel kotak-kotak yang dikancingin cuman satu paling atas, sambil nenteng-nenteng tas sekolahan
buatan Jaya Giri atau Alpina

13. Pernah punya sepeda BMX yang dimodifikasi. Minimal pernah temenan sama yang punya.

14. Masih hapal nama tokoh2 di film si Unyil

15. Di kepalanya masih terngiang-ngiang lagu 'Suzanna'-nya The Art Company

16. Pernah ikut-ikutan Break Dance dan maen Sepatu Roda.

17. Nonton The Legend of Condor Heroes di videotape yang berformat BETA.

18. Pernah ngedengerin lagu 'Madu dan Racun'-nya Ari Wibowo sama 'Kugadaikan Cintaku'-nya Gombloh.

19. Demen ama drama Losmen, Rumah Masa Depan.

20. Rambut John Taylor Duran-duran digandrungin banget.

21. Main kwartet kalo pulang sekolah.

22. Punya buku kenangan yang kebanyakan isinya diakhiri dengan "Don't forget to remember.."

23. Hafal lagu-lagunya Queen.

24. Hafal kata2-nya semua lagu dari kaset Sabda Alamnya Chrisye, bahkan yg aneh2 dan sok Kawi (karangan Guruh)

25. Pernah dipaksa study tour ke Jakarta dan Bandung serta dinamai Widyawisata

Nah, ada yang mau nambahi ?

10 Tipe Kepribadian yang Memperpendek Umur

MEMBIARKAN stres berkepanjangan sama dengan meletakkan jari Anda pada tombol fast-forward pada remote control biologis Anda. "Ketegangan mempercepat kerja seluruh sistem Anda dan menghasilkan kondisi-kondisi yang bisa membuat orang muda mengalami gejala khas orang lanjut usia," kata Allen J. Elkin Ph.D, direktur Stress Management di New York City.

Berikut ini sepuluh tipe kepribadian yang memperpendek umur, disusun oleh Dr. David Ryback dalam Look Ten Years Younger, Live Ten Longer, A Mans Guide :

Tipe Mandiri. Memiliki keyakinan bahwa ia harus melakukan segala hal tanpa bantuan orang lain. Ia memandang bantuan orang, sebagai kelemahan. Mitosnya : Ia dapat menjalani kehidupannya dengan lebih baik bila menolak bantuan orang lain. Laki-laki dengan tipe ini sering mengalami ketegangan, dengan terus menyembunyikan keadaan emosionalnya. Dalam lingkungan sosial maupun pekerjaan, ia cenderung menjadi pemecah masalah. Dia-lah orang yang sering kita namakan pemikir mandiri. Jangan coba-coba mengubah pikirannya --hanya buang-buang waktu saja.

Tipe Penyenang. Merasa bahwa tangungjawabnya-lah untuk membuat orang-orang di
sekitarnya selalu bahagia, sambil mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri. Ia memusatkan perhatiannya pada apa yang diharapkan orang lain dari dirinya. Jika tuntutan meningkat melebihi kemampuannya, ia semakin mendorong dirinya dan mengalami stres. Laki-laki jenis ini selalu tersenyum, sambil menyembunyikan ketegangan di dalam dirinya sendiri. Ia sangat ingin melakukan semua hal yang dibebankan padanya, dan sama sekali buta bahwa fisiologi tubuhnya sedang kewalahan karena ia ingin mengesankan kepada orang lain dengan citra "kawan yang baik."

Tipe Berhasil. Menderita karena tidak memiliki rasa percaya diri dan mengkompensasi hal tersebut dengan mengejar dan mencapai semua yang dapat dilakukannya, dalam waktu sesingkat mungkin. Ia hanya merasa senang jika menerima pujian dari orang atas apa yang telah dicapainya. Dalam lingkaran setan kerja keras, mengabaikan kebutuhan dirinya akan cinta pribadi. Dan, karena dorongan dari lingkungan sosialnya atas pola perilakunya itu, ia bekerja dengan keras dan lebih keras, semakin lebih terkenal atas pencapaiannya, dan akhirnya merusak dirinya sendiri, bisa berupa penyakit fisik, atau bentuk lainnya, main sikut-sikutan, suatu perilaku yang tidak etis pada umur yanga msih muda. Mitosnya: Bekerjalah sampai Anda mati !

Tipe Pemarah. Sama seperti namanya, selalu bersikap bermusuhan dan marah. Ia memiliki kapasitas dalam dirinya yang dapat dicintai, dan kita semua demikian, tetapi ia tidak pernah belajar untuk mempercayai jenis interaksi personal seperti itu. Keyakinan pribadinya adalah bahwa orang lain akan mempergunakan atau menolak dirinya jika ia melepaskan benteng pertahanannya. Anda dapat melihat kemarahan di sudut mulutnya dan di dalam sinar matanya. Senyuman termanis yang dapat dikeluarkannya hanyalah cibiran. Jika Anda tidak sependapat dengan dirinya, amati reaksinya. Mitosnya: Cinta tidak dapat dipercaya. Sehingga biarkan diri Anda berada di benteng pertahanan. Apakah orang tipe ini akan berumur panjang? Tidak terlalu.

Tipe Penolong. Adalah tokoh yang menyenangkan, ia terlalu mengorbankan dirinya sendiri di dalam pekerjaan sehingga kehidupan pribadinya menjadi terlantar. Ia selalu siap untuk membantu klien-nya. Semakin sering telepon seluler-nya berbunyi, semakin ia merasa dirinya penting. Mitosnya: Harga diri saya adalah berapa besar klien saya membutuhkan bantuan dan waktu saya. Keluarga dan kehidupan pribadi saya tidak boleh mengganggu. Di rumah, ia selalu berkorban dan mengambil alih semua pekerjaan. Kehidupan pribadinya sama seperti makanan yang dimasak berulang-ulang, enak namun membosankan. Selain itu, kehidupannya sama sekali hampa, tidak ada kebahagiaan sejati, kehidupan hanya untuk bekerja.

Tipe Otot. Percaya bahwa ia harus cukup kuat untuk mengatasi semua tantangan
fisik, ibaratnya mulai dari membangun rumahnya sendiri sampai menggali kuburannya sendiri. Ia selalu berkeringat dari pagi sampai malam dan kemudian menjadikan olahraga ngkat berat sebagai hobinya. Tidak ada tantangan yang lebih menarik baginya selain bekerja dan bekerja sampai mati. Laki-laki jenis ini secara fisik luar biasa.

Tipe Stabil. Memiliki jawaban atas segala permasalahan emosional teman-teman di
sekitarnya. Tidak ada masalah yang terlalu sulit baginya untuk dipecahkan. Tetapi di dalam dirinya, tekanan menumpuk, karena ia memperhatikan masalah orang lain terlalu serius. Tekanan yang disebabkan oleh dirinya sendiri terus menumpuk perlahan-lahan sampai jantungnya bermasalah.

Tipe Romantis. Selalu siap untuk seks, setidaknya itulah yang ia harapkan dari perempuan ketika berpikir tentang dirinya. Sehingga siap atau tidak, ia harus siap. Mitosnya: Tugas laki-lakilah untuk memuaskan pasangannya sepanjang waktu. Memang laki-laki begini ramah dan menyenangkan, tetapi tidak lama lagi tekanan jantungnya meningkat.

Tipe Pemberi. Memperhatikan keluarganya dengan amat baik, walaupun ini berarti ia harus mengambil dua pekerjaan paruh waktu selain pekerjaan tetapnya, sambil terus menerus memaksa pasangannya agar tetap tinggal di rumah dan santai. Setiap tahun, utangnya semakin menumpuk agar ia dapat membelikan pakaian, mobil, dan sebagainya, yang terbaik bagi anak-anaknya. Ia sendiri tidak mmebutuhkan uang karena ia selalu bekerja. Mitosnya: Seorang laki-laki harus memberikan yang terbaik bagi keluarga dengan pengorbanan apapun.

Tipe Bintang. Menjadi pusat perhatian dimana pun ia berada. Percakapannya selalu yang paling menyenangkan, paling lucu, paling panjang, dan ia selalu menjadi karakter pusat yang selalu menang pada akhirnya. Ia tidak pernah masuk ke dalam ruang, ia selalu dalam posisi menyambut. Laki-laki jenis ini, sesungguhnya hanya hebat di luar , tetapi ia merasakan stres yang sangat berat dalam dirinya.

Dapat dipastikan Anda dapat melihat sebagian diri Anda berada dalam sekurangnya beberapa tipe kepribadian tersebut. Bisa jadi pada suatu saat Anda menjadi laki-laki dengan tipe Mandiri, atau menjelma menjadi Penolong ketika di kantor. Kemudian menjadi Pemarah ketika ada orang yang mengganggu saat Anda bekerja. Menjadi laki-laki Penyenang di hadapan bos Anda, atau laki-laki Romantis di depan istri Anda.

Catatan : Laki-laki cenderung memandang relaksasi sebagai kegiatan yang memboroskan waktu. Yang benar, hargailah relaksasi itu ! Jika Anda tidak mengubah mitos itu terlebih dahulu, Anda akan membebani diri Anda dengan stres yang semakin menumpuk setiap tahunnya, akhirnya mencuri kesempatan hidup sepuluh tahun lebih lama itu dari diri Anda.

Minggu, 02 September 2007

Daftar guru era 1984-1987

Berikut adalah sebagian dari daftar guru yang mengajar di SMA Negeri 2 Purwokerto tahun 1984-1987 (Angkatan Deltu). Daftar ini akan diupdate atau dikoreksi sesuai dengan informasi yang masuk dari teman-teman sekalian.

(1) Ibu Sugiarti, mengajar PSPB dan menjadi Wali Kelas I-1
(2) Pak Sutarso Hadi, mengajar Matematika dan menjadi Wali Kelas I-2
(3) Ibu Siti Rokhimah, mengajar Bahasa Indonesia dan menjadi Wali Kelas I-3
(4) Ibu Munjiyah Mughofir, mengajar Agama Islam dan menjadi Wali Kelas I-4
(5) Ibu Suhartiningsih, mengajar IPA-Kimia dan menjadi Wali Kelas I-5

(6) Pak Sampurno, mengajar Matematika dan menjadi Wali Kelas I-6
(7) Ibu Tri Rahayu, mengajar IPS-Ekonomi dan Koperasi dan menjadi Wali Kelas I-7
(8) Ibu Sugiyati, mengajar Bahasa Inggris dan menjadi Wali Kelas I-8
(9) Pak Sukardiyanto, mengajar Olahraga dan menjadi Wali Kelas I-9
(10) Pak Suroso, mengajar Fisika dan menjadi Wali Kelas I-10
(11) Pak Dayono, mengajar Melukis dan menjadi Wali Kelas I-11

Sekali lagi dimohon koreksinya. Maklumlah, ingatan penulis juga terbatas.

Cerita kumpul-kumpul Minggu, 7 Oktober 2001

Pertemuan hari Minggu, 7 Oktober 2001, bertempat di rumah pasangan Bp. Eko Priyanto dan Ibu Titik E. Priyanto :

** Acara dihadiri 8 keluarga (dan calon keluarga...) -- ada satu orang peserta dari Angkatan '97, namanya Mbak Priti. Yang laen, angkatan '87 plus pasangan masing-masing.

** Berlangsung dalam suasana yg sangat menyenangkan, selain suasana lingkungan rumah yg adem (maklum rumah baru,red), makanan yg mmm...OK BANGGET...(iklan man..!), juga teman2 yg senang guyon..

** Yang juga menarik acara kali ini diisi presentasi dari Bp.Maksum tentang adventure outbound, pelatihan manajemen di alam / ruang terbuka.

** Setelah acara, secara konvoi kita bergerak ke rumah Ibu Nuriana (Ana) yang baru saja melahirkan putra ke 2, kira-kira 2 minggu yg lalu. Jalan yang berliku dan mendaki (nyanyi nih..) kami tempuh selama +/- 1,5 jam, dengan navigator yg tidak berpengalaman, hasilnya nyasar-nyasar..., tapi nggak pa-pa, kapan lagi muter-muter Bekasi - Pondok Gede!

** Rencana pertemuan berikutnya tgl 31 Desember 2001 di rumah Bp.Maksum, di Cibubur (pokoke muter teruusss).

Pertemuan berlangsung di rumahnya Eko, 7 Oktober 2001

Dikutip dari milis SMA 2 Purwokerto, Senin, 8 Oktober 2001

Cerita kumpul-kumpul Minggu, 19 Agustus 2001

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Cerita kumpul-kumpul Minggu, 26 November 2000


Teman-teman semua

Akhirnya pertemuan teman-teman lama, Angkatan 1984-1987 itu terjadi juga. Tempatnya di counter Es Teller 77 di Plaza Slipi Jaya Jakarta. Adjib datang bersama nyonya dan anaknya Muhammad Rizal (Ical) yang berusia tiga tahun. Aku datang agak terlambat karena start-nya dari Bandung. Jadi ketika aku kesitu semua sudah berkumpul.

Selain Ajib sekeluarga, ada Makhsun yang datang sendiri. Lantas ada Catur bersama sang misua (keduanya adalah pasangan dokter gigi), dan tentu saja Wikan Wiratsongko yang ternyata berkesempatan memperkenalkan calon - mudah-mudahan - isteri.

Saya katakan mudah-mudahan alias semoga, soalnya Wikan ini sudah berkali-kali jatuh bangun selama berpacaran. Jadi ya, selamat lah untuk Wikan dan Rita (begitu nama sang calon). Beberapa lama kita ngobrol dan bersenda gurau, datanglah Wicaksono. Nggak apa-apa datang
terlambat Cak, daripada nggak datang sama sekali kayak Eko Priyanto.

Karena Eko nggak datang maka perwakilan Sos, nggak ada sama sekali. Perwakilan Fis adalah aku, Wikan, Wicak. Perwakilan Bio adalah Catur dan Makhsun. Sayangnya Hardiyanto dan Yuddy ternyata juga tidak bisa nongol karena sudah ada acara lain.

Salah satu topiknya adalah menggosipkan teman-teman. Ini beberapa gosipnya untuk anda :

(1) Deni Dwiyanti dan keluarga sekarang tinggal di Malang bersama dua anak dan suaminya. Bekerja di RS Malang.

(2) Asep Adiyani ada di Bandung dan katanya sudah kembali ke Jalan yang lurus.

(3) Ajib gelo banget soalnya Alfina Damayanti nggak ingat sama sekali pada dirinya waktu dihubungi per telepon (Fina, elo baca nggak nih email ?)

(4) Wicak sudah pula punya calon, anak Bandung. Tetapi dia agak enggan bercerita waktu itu, karena merasa sudah datang terlambat.

(5) Tartum saat ini kabarnya masih ada di Ternate dan bekerja di sebuah perusahaan HPH disana.

(6) Imam Wuryanto '84 (teman sekelasku) ternyata ada di Manggala Wanabakti sebagai pegawai Departemen Kehutanan.

(7) Sembodo dan Tina jadi menikah, sudah punya anak pula. Sembodo bekerja di Surabaya. Dan kerap bolak-balik Surabaya - Purwokerto.

(8) Nina dan Arina ada di Semarang serta satu kota dengan Ajib Al Hakim. (Kabar terakhir dari Alfina yang meneleponku Senin pagi mengabarkan bahwa Nina sekarang boyong ke Jakarta. Juga Nuriana, mantannya Asep Adiyani).

(9) Di Bank Danamon Cabang Bekasi ada adik kelas kita yaitu Sesongko Herno Astuti.

Pertemuan berlangsung di Plaza Slipi Jaya, Jakarta Minggu, 26 November 2000

Dikutip dari milis SMA 2 Purwokerto, Senin, 27 November 2000

Keterangan Gambar : Gedung SMA Negeri 2 Purwokerto di Jl Jend Gatot Soebroto 69

Kolam Renang Walik

DULU waktu pelajaran olahraga, kan guru olahraganya Pak Soegiyono (almarhum). Nah, kalau pas acara berenang kita perginya jauh banget sampai ke kolam renang Tirto Asri di Walik, Purbalingga. Naiknya pake mobil setengah pick-up dan bayar ongkos Rp 500,-/orang. Perjalanan selama kurang lebih setengah jam itu selalu mengasyikkan dan penuh guyonan. Aku juga kurang ngerti kenapa yang dipilih kolam renang yang cukup jauh itu ya ?

Tetapi airnya memang lebih jernih dan nyaman. Selain itu, kolam renang Walik juga mempunyai standar kolam yang sesuai untuk lomba renang. Yang paling dinikmati oleh anak-anak muda kayak saya tentu saja adalah soal mata yang dimanja. Maklum, kalau pelajaran renang, kita dengan bebas merdeka melihat anak-anak puteri yang berpakaian renang. Wuih sexy-sexy, amboi dah pokoknya.

Pelajaran renang dari Pak Gi - panggilan akrab guru olahraga berbadan besar itu - adalah pelajaran wajib dan dilaksanakan di sore hari. Biasanya kita berangkat dari sekolah jam 14.00 dan sampai di Walik sekitar pukul 14.30 WIB. Langsung ganti pakaian renang. Aku sering malu memakai pakaian renang itu, karena tubuh saya yang begitu langsing mendekati ceking. Untuk teman-teman yang atletis sih malah dipamer-pamerkan.

Kadang-kadang untuk menutupi kekurangan, aku unjuk kebolehan. Misalnya terjun dari ketinggian, atau meloncat ke kolam renang dengan bersalto. Teman-teman yang laki-laki kadang-kadang suka berulah. Diam-diam mereka menyelam dan mendekati tempat anak-anak perempuan berenang. Lantas dikejutkan dengan menyembul di tengah-tengah mereka. Tentu saja anak-anak perempuan itu kaget dan menjerit-jerit, hehehehe ....

Pelajaran renang di Walik itu seingatku berlangsung hanya selama kelas 1 SMA, karena setelah kelas 2 kami masih ada pelajaran berenang tetapi tidak ke Walik lagi, melainkan di Purwokerto saja dengan dibukanya kolam renang baru di daerah Berkoh. Kasihan juga Walik ya, akhirnya mesti kehilangan pelanggan setianya. (iwan sams)

Perkumpulan Alumni Senior Kita

Paguyuban Asale Sekang SMAN Dua

Terbentuknya Paguyuban ini sebetulntya mirip kisah paguyuban sejenis, yaitu berawal dari acara tilpun-tilpunan. Yang main tilpun-tilpunan adalah beberapa orang lulusan SMA Negeri 2 tahun 1974 yang kebetulan saat itu berada atau tinggal di Jakarta dan sekitarnya. "Nah, angger wis bola-bali ngobrol lewat telpun, ya lumrah angger terus kepengin jumpa muka," begitulah kata Budi Purwanto dan Hartoyo, dua tokoh penggagas Asmanda.

Dan akhirnya copy darat pertama dilakukan pada 26 Mei 1996 di rumah Sudjoko Wardojo, piyantun Kroya, yang tinggal di Bekasi. Pertemuan itu dihadiri oleh 12 orang, yang saat itu belum semuanya menikah. Jan gayeng banget lho, ketemu kanca-kanca lawas. Pada pertemuan itu, sebagian yang hadir sudah rasan-rasan untuk membangun suatu paguyuban dengan menyandang nama tertentu. Namun mereka belum mendapat ide nama apapun.

Juli 1996, kelompok ini lagi-lagi melaksanakan pertemuan. Kali ini di rumah Hartoyo, di kompleks BBD, Ciganjur. Sambil ngobrol ditambah guyon, plus cemal-cemil jajanan, mendoan, getuk lan liya-liyane, tercetuslah ide nama Asmanda dari kata Asale Sekang SMAN Dua. Sebagai Ketua Paguyuban, terpilihlah Budi Purwanto. "Sebab dia ini dongkolan Ketua OSIS, dengan pengalaman yang tak perlu diragukan lagi," kata salah satu teman.

Kabarnya, pertemuan-pertemuan yang berlangsung gayeng itu selalu sukses berkat kepiawaian Slamet Priyanto -- biasa dipanggil Mas Met - yang begitu rajin menebarkan woro-woro melalui getok tular di antara para alumni 1974. Jika pada awal pertemuan hanya dihadiri 12 orang, pada pertemuan kedua tambah lagi menjadi 19 orang. Kali ini tidak hanya yang tinggal di Jabotabek, melainkan ada juga yang nglurug dari Tanjung Pandan, Belitung yaitu Fathonah, puteri asal Sampang asli.

Asmanda dulu berjudul Asmanda 73-74. Nama ini kemudian berubah gara-gara para anggotanya protes melalui unjuk rasa yang cukup seru. "Kepriwe arep dibatasi 73-74 thok, lha anggota sing lulusan '73 jebule kagungan garwa lulusan '75. Terus ana anggota sing lulusan tahun '74, eeee .... gandengane deneng sih lulusan '76," demikian penuturan Hartoyo. Bahkan ada juga lulusan '71 yang bergabung di Asmanda, karena tertarik melihat gayengnya kumpulan adik-adiknya itu.

Demikianlah, pertemuan demi pertemuan berlangsung secara berkala dengan tempat yang berbeda-beda, ning ajeg nganggo bumbu guyon lan hidangan komplit. Pada pertemuan bulan Juni 2000 lalu, para anggota Asmanda berhasil menghimpun dana Rp 1.500.000,- dan disumbangkan untuk acara Reuni Emas SMA Negeri Purwokerto. Juga punya BAKORTANAS - Badan Koordinasi Tanya Jawab Asmanda.

Dalam daftar anggota Asmanda kini tercatat 63 nama keluarga, termasuk sejumlah alumni yang ada di Bandung. Lha mengko nang wulan September 2000, Asmanda arep melu ngramekaken acara Puncak Reuni Emas SMA Negeri Purwokerto, terutama dalam acara karnaval, yaitu dengan menampilkan kesenian tradisional ebeg-ebegan.

Melalui ASMARI ini, keluarga Asmanda ingin menyampaikan salam untuk semua alumni. Sampai jumpa di bulan September nanti. Keterangan lebih lengkap tentang Asmanda bisa dilacak melalui :

Hartoyo
Komplek BBD Blok AI No. 5
RT 004 RW 03, Ciganjur, Jakarta 12630
Telp. (021) 727 0506

Budi Purwanto
Jl Mayang III F, Komplek Billy & Moon Blok AG-5/12
Jakarta 13450, Telp. (021) 8656838

Sumber : Bulletin ASMARI Edisi Agustus 2000

Berita lama soal Alfina Damayanti


Pernah Dikirimi Gambar Wanita Telanjang

SEBAGAI pembaca berita wanita, wajar apabila Fina, panggilan Alfina Damayanti, menyimpan keinginan untuk bisa menjadi reporter. Keinginan ini masih bisa ditahan. Jadi tak tahan, ketika salah seorang pengemarnya mengiriminya foto wanita bugil dengan tulisan yang sangat porno. Menghadapi ulah liar penggemarnya ini, Fina hanya bisa mengelus dada sambil bertanya, ''Apa penampilan saya di layar kaca itu kelihatan ngeseks?''

WAJAH Fina saban hari selalu nongol saat membawakan program berita kriminal Patroli, pukul 11.30 WIB, di Indosiar. Wajahnya yang cerah dan selalu dihiasi senyuman merekah, menyejukkan mata pemirsa di tengah berita kriminal, yang menakutkan dan kadang menjijikkan.

Bagi Fina, membawakan acara berita tak pernah mengalami kesulitan. Sebelumnya ia memang sudah punya pengalaman cuap-cuap di Radio Mustang, Cinere, Jakarta, selama lima tahun serta membawakan acara Info Ekonomi di RCTI 1991-1992, bersama Inke Maris.

Fina masuk Indosiar pada 1994, direkrut sebagai presenter continuity. ''Cita-cita saya kepengin jadi penyiar berita. Saat itu di Indosiar belum ada, ya sudah akhirnya jadi penyiar continuity,'' kata Fina, yang juga membawakan acara Halo Polisi ini.

Saat itu, Fina mengandung anak pertama, dan proses perekrutan cukup panjang. ''Sampai anak saya lahir, umur berapa ya saya lupa dan baru diterima. Saya malah langsung jadi karyawan,'' kata anak pertama dari pasangan (alm) Yoyok Legianto dan Koesnarti ini.

Saat tampil perdana di layar kaca membawakan acara continuity, Fina tak mengalami hambatan, karena sudah diformat taping. Tapi ketika pertama kali membawakan acara Patroli, pada 8 April 1999, Fina sempat kelabakan. ''Saya deg-degan juga, karena rencananya kan mau taping. Tapi, ternyata setingnya belum siap. Ya sudah, akhirnya siaran langsung. Yah, saya sempat menangis terharu setelah menyelesaikan tugas itu dengan baik tanpa ada masalah,'' papar penyuka bakso kelahiran 9 Desember 1968 ini.

Bagi Fina yang lemah-lembut, membawakan program acara yang dipenuhi dengan warna kekerasaan, pembunuhan, kejahatan, kriminalitas dan tak pernah sepi dengan bau anyir darah, sempat membuatnya shock. ''Saya sempat terkaget-kaget juga, tapi lama-lama ya jadi terbiasa dan saya selalu larut membawakannya. Tapi saya tetap takut dan ngeri juga,'' katanya.

Keinginannya, sebenarnya, jadi reporter, yang bisa meliput langsung, dan bukan hanya newsreader. Namun, keinginan itu hingga saat ini masih bisa ditahannya. ''Keinginan itu ada sih, tapi nanti sajalah,'' katanya riang.

Hampir setahun lebih membawakan acara itu, nama Fina lambat tapi pasti mulai dikenal di kalangan pemirsa Indosiar, terutama pemirsa program Patroli. Apalagi, acara seperti itu malah banyak penontonnya. Ada-ada saja ulah para penggemarnya. Ada yang mengkritik penampilannya, memuji, pengen kenalan, tapi ada juga yang tergila-gila. Yang lebih edan lagi, ada 2-3 penggemar maniak yang sering mengirimi gambar porno perempuan telanjang. ''Terus ditulisin, ini apanya aku. Dia mau mengkhayal mungkin, ini payudaraku, ini enak lho kalau diginiin. Jadi satu halaman itu tulisannya gila. Dua halaman folio tulisan penuh, jelas itu tulisan orang sakit. Bentuk tulisannya rapat dan dua halaman itu porno semua. Aku pikir, ya Allah, apa mukaku ini muka ngeseks. Kenapa jadi begini. Saya bingung orang ini bayangin apa,'' tuturnya.

Semua itu dianggap Fina sebagai sebuah risiko. Itulah risikonya jadi orang terkenal, karena seringnya tampil di layar kaca.

Justru setelah menikah Fina merasa sangat ketakutan. Pasalnya, hampir selama satu tahun, belum juga terlihat tanda-tanda akan hamil. ''Ternyata pas ulang tahun pernikahan pertama, saya hamil,'' kata istri Yudi Irianto (37) ini.

Kelahiran anak pertama yang diberi nama Asyraf Dhanada Pangestullah pun berlangsung secara alami (normal) dan Fina tidak mengalami kesulitan.

Fina pernah mengalami cobaan hidup, ketika mengandung anak kedua, Ade Asyraf. Kandungan telah sembilan bulan, namun ternyata bayinya telah meninggal dalam kandungan. ''Jadi meninggal dalam perut saya. Malamnya saya mules, paginya saya dipaksa keluar. Jadi secara normal juga. Itu sakitnya luar biasa karena nggak ada dorongan dari si bayi,'' kata Fina yang melahirkan anak ketiganya, Adli Daffa Pangestullah, dengan bedah caesar.

Anehnya, segala sesuatu yang terjadi dan dialami Fina, selalu diberi isyarat lewat mimpi. Jauh-jauh sudah diberi isyarat lewat mimpi bahwa anak keduanya akan meninggal. Mimpi berulang terjadi. ''Entahlah, saya mungkin disuruh untuk mempersiapkan mental barangkali,'' katanya.

Isyarat terakhir seminggu sebelum bayi lahir, bapak mertuanya yang sudah meninggal, menggendong bayinya dan bilang, ini baru cucuku tersayang. Bahkan isyarat tersebut juga muncul, ketika Fina akan melahirkan anak ketiga. Saat itu (sebelum melahirkan anak ketiga) dia
diberi isyarat bahwa anaknya akan lahir secara caesar, dengan jam, tanggal, bulan dan tahunnya. ''Ternyata semuanya persis sama dengan yang ada dalam mimpi. Jangan-jangan saya punya bakat jadi paranormal ya, ha.ha..,'' katanya. Mau alih profesi?

A Idi Pranoto

Diposting di milis SMA 2 Purwokerto, 12 September 2000

Sabtu, 01 September 2007

Dua Ibu Guru Kesayangan

KALAU ingat SMA 2 pasti ingat dua ibu guru kesayangan. Satu sayang betul-betul dan yang satu lagi sayang-sayangan karena suka nylekit kalau ngomong. Yang pertama, namanya Ibu Mundjiah(Guru Agama Islam), pengasuh pengajian Ahad pagi di Musholla At Tahrim SMA2 Purwokerto. Musholla kecil mungil tetapi diurus dengan baik oleh jamaahnya.

Yang kedua, Ibu SR (Siti Rohimah), guru bahasa Indonesia. Ingat sekaliaku kalau di kelas 2 Fis-2 dan 3 Fis-2 itu sudah siang hari dan paspelajaran Bahasa Indonesia di bagian belakang pasti ada celetukan-celetukan nakal yang bikin gemas Ibu SR : Buuu, sudah siangbu. Laparrr .... heheheh.

Itu celetukannya Imam Wuryanto, cah Yogya sableng yang setelah lulus, masuk Fakultas Kehutanan IPB. Ada satu lagi kenangan, tahu aula yang besar di bagian belakang sekolah ? Nah, di belakangnyakan ada warung tuh.

Disitulah aku sama Ajib dan beberapa gerombolan preman Fis-2 (Mafisma-2) sering ngerokok pas istirahat. Pernah juga nyaris gelut di lapangan dekat situ. Tetapi namanya duel di jaman dulu tidak seperti anak-anak sekolah tawuran di Jakarta yang pakai senjata dan main keroyokan.

Kita dulu duel tangan kosong. Yang kalah kemudian menyalami yang menang. Masih ada nggak yang seperti itu sekarang ya ? Itu namanya semangat ksatria. Seperti juga julukan untuk kota Purwokerto, kota satria.