Kamis, 25 September 2008

Mengikuti "Night Meeting" Reuni Deltu 20September 2008

Rasa kangen yang tak tertahankan pada ibunda tercinta & keinginan yang sangat kuat bertemu dengan kawan2 lama ex SMA 2 Purwokerto angkatan 87, membuatku merubah rute perjalanan PJKA-ku (pulang jumat kembali ahad). Biasanya Jakarta - Semarang - Jakarta, tapi kali ini saya rubah, diperpanjang menjadi Jakarta - Semarang - Purwokerto - Semarang - Jakarta (kayak supir Bis AKAP aja yach, saingan ma Hendro Reksanto nich, hahaha....).

Sampai di Semarang sabtu dini hari, langsung sahur bersama anak istri dan bapak mertua tercinta. Setelah sholat shubuh baru bisa istirahat. Sorenya berangkat ke Purwokerto, sekitar jam 16.30. kebayang deh, pasti nanti sampai Purwokerto rapat reuni udah mulai.

Tanpa mampir dulu ke rumah ibu di Kebondalem, saya langsung meluncur ke rumah Sembodo, karena jam sudah menunjukkan pukul 21.00. Bener juga dugaanku, ternyata rapat udah dimulai.
Malu juga sih, datangnya telat, mana banyak muka2 muka baru yang pangling sisan. Satu persatu kusalami, dan ternyata rapat memang bener2 sudah dimulai, dalam hatiku berkata, wah mengganggu juga nih kedatanganku. Surprisenya wah.... yang datang banyak banget, luar biasa.

Agar tidak mengganggu keseriusan acara, setelah kusalami semua, langsung ambil posisi duduk aja. Kuperhatikan wajah satu persatu kawan-kawan kita, luar biasa deh. Wajah-wajah bahagia sangat terlihat di malam itu.

Rumah Sembodo seolah-olah jadi kayak milik Deltu aja deh, teman2 jag-jagan seenak udelnya sendiri, hahaha.... Untungnya, dan ini memang pertimbangan utama Sang Ketua Umum, karena suami istri adalah alumni Deltu, maka suasana rapat malah jadi gayeng, tidak ada rasa sungkan. Beda kalo tuan rumahnya hanya salah satu yang anggota Deltu, pasti ada rasa sungkan, adaptasi dulu, dan sebagainya

Panitia kita bener-bener serius mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari susunan acara, perlengkapan, jemputan guru, suvenir, slide show foto jadul, spontanitas, doorprize, dll.
Bravo deh panitia Deltu, mudah2an acaranya bisa berlangsung lancar, tanpa gangguan.
SMA2, nggak ada matinya....!!!!!

(mas_adjib@yahoo.com/adjib@hutama-karya.com)

Selasa, 23 September 2008

Dokumentasi "Night Meeting" Deltu

Perhatikan posisi Nono, pede banget dah, ambil posisi terdepan, malang kerik

Lihatlah keakraban yang terpancar dari wajah teman-teman kita. Dari kiri ke kanan: Sapto, Kadar, Muchdiono, Sembodo, Djarmanto, Rachmat Setyadi, Taufan Arief, Sri Pangastuti, Nono Edi Sarwono, Hj. Nur Faiqoh, Dwi Hendro Reksanto, Tina, Nuning Widiastuti, Ismurtyadhi, Nunung, Edi Sukarsono, Harti Kardiati Devi, Ety Suryaningsih, Evi Herawati, Adjib, Benny, Agung Hartadi









Taufan Arief Nursyamsu, "gini-gini aku jadi guru lho sekarang". Sapto mesem thok, "cah gemagus kaya kuwe koh bisa dadi guru ya, guru yang aneh, hahaha...."









Djarmanto dan Ismurtyadhi berdiskusi tentang rambut mereka masing-masing. Djarmanto pengen gondrong nggak bisa, Ismurtyadhi mo potong rambut eman2, mungkin rambutnya bawa hoki yak?






Suasana rapat yang serius tapi santai, laptop sampe berjejer tiga, Kadar jadi notulis, Mbodo dengan program acara, Agung Hartadi dengan agenda persiapannya



Nunung sibuk dengan lipatan tissue. Eh Nung, ini bukan origami lho. Tuti bantu juga, "gini lho yang bener ngelipatnya". Tina sibuk sms, Rahmat Setyadi mikir, "aku musti lipat2 kertas juga?" Devi sibuk sendiri, Taufan asyik nyruput kopi, Benny paling jitu deh, nampang dulu ah







Kompak banget nih, semua menyimak petuah sang Ketua Umum, Evi Herawati, Edi Sukarsono, Ety Suryaningsih, Nuning Widiastuti





Entah tangan siapa ini, bilang ke Nono, "Nono, kowe aja macem-macem karo aku ya" Nono-nya bingung. Muchdiono bengong, Taufan mbatin, mbuh, oya uyussss. Sapto Putro ora melu-melu









Evi, Ety, Nuning.....















Benny, sori wajahmu kepotong, gak sengaja. Kok Nunung dicuekin sih?
















Harti Kardiati Devi dan Sri Pangestuti, "hhmmm, rotine enak banget kiye ko"










Agung Hartadi, Sembodo, Kadar, serius banget mempersiapkan acara Reuni kita








Djarmanto nampang..... Teman2 yang lain badannya jadi gemuk, ini kebalik, malah jadi kurus










Taufan nyemil terus, Hendro tumben serius, ngerti nek arep difoto ndeyan ya, Edi Sukarsono, Evi Herawati, Ety Suryaningsih, Nuning menyimak arahan Ketua Pelaksana, Agung Hartadi







Hendro tergelak.... Awas lho Ndro, keselek ngko...













Lihat kop surat panitia, ijin Reuninya saja sampai Kapolres lho....







Esok harinya, tanpa disangka-sangka, Evi Herawati menemui Bu Munjiyah. Kangen, katanya. Lihat posisi duduknya, mula-mula posisi duduknya berhadapan, trus Bu Mun mendekat. Akhirnya gantian Evi Herawati yang makin merapat. Betapa hangatnya.....






















(Tampilan terbaik blog ini akan terlihat bila anda menggunakan Mozilla Firefox)

Rabu, 17 September 2008

Pameran Foto Tempo Doeloe

Kawan semua, salah satu acara pada Reuni Akbar Deltu Club pada Sabtu, 4 Oktober 2008 yang akan datang adalah "Pameran Foto Tempo Doeloe". Jadi silahkan memeriahkan acara tersebut dengan mengirimkan foto lama anda dalam bentuk softcopy (foto lama anda di scan) kemudian dalam bentuk foto digital dikirimkan ke email Ismurtyadhie yaitu ismurtyadhi@gmail.com sebelum tanggal 27 september 2008.

Ini beberapa contoh foto jaman mbiyen koleksi Wikan Wiratsongko. Silahkan dinikmati dengan senang dan semangat, sekaligus cemburu. Cemburunya karena ternyata ada sejumlah teman yang masih menyimpan koleksi foto-foto tua yang tak terbayangkan bisa dipajang lagi di media elektronik seperti ini.

Foto pertama dan kedua adalah Wikan, Iwan, Eko, Heri Peye, Tartum dan Aan (Ketua OSIS) mejeng di depan rumah. Saya lupa itu rumahnya Eko apa malah rumahnya Aan ya ? Keenam anak yang tampak mengantuk ini juga lagi ngapain, saya yang ada disitu malah lupa. Wikan mestinya yang cerita di milis, tetapi dia rupanya lagi sibuk. Mudah-mudahan bukan sedang merencanakan permufakatan jahat ya ? Tapi rasanya keenam anak ini wajahnya polos dan baik kok. Hehehe.


Foto ketiga ini adalah ketika sejumlah anak muda merasa bosan di kota Purwokerto dan memutuskan plesiran ke tepi pantai. Pantai mana lagi yang paling dekat kalau bukan pantai Cilacap di selatan Purwokerto. Memakai sepeda motor, pantai itu bisa dicapai dengan waktu sekitar satu jam.

Tentu saja pakai acara ngebut sambil petantang-petenteng bak jago balap. Rasanya dalam soal balapan ini saya masih tak terkalahkan.

Foto keempat ini tentu lebih berkesan karena untuk pertama kalinya selama bersekolah memakai dasi seperti eksekutif muda. Meskipun kalau dilihat lebih seksama sepertinya lebih mirip salesman yang hendak menjajakan panci dan sendok dari rumah ke rumah ya ? Foto ketiga ini yang mejeng di depan kamera adalah Iwan, Wikan, Teguh dan Jamaludin. Ikut terpotret bersama para jomblo itu dan memakai kebaya yang ayu-ayu itu siapa ya ? Kalau saya ngaku aja nggak tahu.

Lokasi mejeng sepertinya di dalam lingkungan sekolah karena waktu itu kita tidak jadi menggelar acara perpisahan di luar gedung sekolah. Tepatnya di ruang antara kantor kepala sekolah dan ruang guru. Keputusan menggelar wisuda di sekolah ini tentu saja mengesalkan bagi sejumlah kawan-kawan waktu itu. Merekapun memprotes dengan caranya sendiri. Meledakkan sejumlah gelas plastik bekas air minum (aqua) secara berame-rame sehingga mengejutkan bapak dan ibu guru serta para orang tua yang hadir saat itu. Nakal ya ?

Foto kelima dari lokasinya tentu saja bisa ditebak itu ada di Gunung Slamet. Waktunya masih saya ingat yaitu seputar tahun baru 1987, 1 Januari. Waktu itu kami berlima yaitu saya, Wikan, Iis, Bayu (Angkatan 1988) dan satu lagi saudaranya Iis anak Jakarta dengan nekad memutuskan untuk berangkat menuju puncak Gunung Slamet. Dan terjadilah cerita yang membuat kami berhak menyandang gelar "pahlawan" yaitu membantu sejumlah pencinta alam cewek asal Jakarta yang temannya mengalami kecelakaan sewaktu turun dari puncak. Kenangan itu cukup membekas bagi kami semua. Saya tidak tampak di foto tersebut karena saya lah yang jadi tukang fotonya.

Juga ada foto ketika kami semua menggelar perjalanan widyawisata ke Bandung dan Jakarta pada bulan Desember 1986. Itu foto mejeng rame-rame di depan Boscha, Lembang, Bandung. Sebelumnya di Jakarta kami juga mengunjungi Ancol, Taman Mini Indonesia Indah dan beberapa tempat wisata lainnya. Di Bandung, selain Boscha kami mengunjungi Museum Geologi. Hasil kunjungan itu lantas dijadikan bahan untuk pembuatan karya tulis.

Terakhir, adalah foto penyumbang yaitu Wikan Wiratsongko. Duduk dengan seragam kebesarannya, Wikan diapit oleh dua ajudannya di sela-sela acara camping di Wirasaba. Kelak di kemudian hari Wikan terpilih sebagai Pradana Ambalan Garuda bersama Pradani Ambalan Shima Deni Dwiyanti. Belakangan karena gangguan teknis di tengah jabatan dan Deni mesti pindah sekolah ke Semarang maka Deni digantikan oleh Tjatur Yuliastuti yang sebelumnya menjabat sebagai Kerani alias juru tulis.

Sewaktu menjadi Pramuka, kami memang sering sekali pergi ke alam terbuka. Menggelar berbagai kegiatan dan ceramah Ilmu Pengetahuan yang jelas tak dimiliki oleh semua siswa SMA 2 waktu itu. Istilahnya : hanya untuk peminat saja.

(Penulis : Iwan Samariansyah, iwansams@gmail.com)

Jumat, 12 September 2008

Foto-foto Buka Bersama di RM Mas Miskun






Dari kiri ke kanan :
Dewi, Adjib, Eko Item, Kun Ani Ratih, Iwansams, Wikan, Eko Priyatno. Yang duduk di depan Makhsun (Max) & Pupung










Yang duduk di depan : Asep, Makhsun, Pupung. Di belakang ada Dewi, Adjib, Eko Item, Kun Ani Ratih, Iwansams, Wikan, Eko Priyatno









Yang membelakangi lensa ini siapa ya?












Dari kiri ke kanan : Maksun, Asep Adi Yani, Ellie S. Dewi, Kun Ani Ratih, Adjib








Dari kiri ke kanan :
Ellie Sacharina Dewi (ini dulu beken dengan sebutan Dewi Kalibagor, anak pabrik gula), Adjib, Eko "Item" Wiyatno, Kun Ani Ratih, Iwansams, Wikan Wiratsongko, Eko Priyatno. Yang duduk di depan Asep Adi Yani & Makhsun (Max)




Koleksi Foto Iwansams. Untuk rekaman videonya bisa diliat di link berikut :



Komentar teman-teman:

Deti Napsiah: 4711 Crescent Ave. #1, Cypress, CA 90630, USA
Telp.rumah : 714-995-0718 Amerika Serikat):
Wikan, tolong... sorry ya...itu yang di foto siapa saja si...
aku cuma tahu kamu, soalnya kamu ngga berubah, Hardiyanto yg mana aku
pangling banget!


Muhaemin, Caracas, Venezuela :

Wah...aku jane seneng tenan lihat konco2 podo reuni. tapi sayang tenan aku gak bisa ikutan.
Eh btw, masih ada yg kenal aku gak ya? Soale dulu aku trmsk yg gak bener sekolahnya...
21 tahun gak pernah ketemu temen seangkatan kecuali cahyono yg kebetulan sa-kampung.
Salam kangen dan semoga sukses acaras reuninya...


Kadar Yuniarto:
TERHARU RASANYA MENDENGAR KEAKRABAN KALIAN !!

Iwansams:
Buka Puasa bersama memang bukan sekedar ibadah ritual saja, tetapi sudah jadi acara sosial. Segalanya untuk satu hal : silaturahmi. Semua agama mengajarkan hal yang baik itu kan ?

Ellie Sacharina Dewi:

Hari Rabu 10 Sept 08.. adalah hari yg amat berkesan bagiku...

Pagi jam 10 saya dihub. mas Asep ( yg sebelumnya blom pernah kenal saya ) nyuruh saya ikutan kumpul di Wr. Mas Miskun. Siangnya mas Ajib juga hub.saya. Lewat email Kun Ani pun hub. saya... Duuuhhh..... .saya seneng banget, ternyata temen2ku masih inget saya.

Hari itu saya di kantor udah gak konsen kerja, pengen segera ketemu temen2.

Dan akhirnya jam 17.20 saya sampe di tempat. Saya seneng banget bisa ketemu temen2 yg semua baik hati. Padahal dulu saya gak akrab lho sama mereka, tp mereka tetep welcome pd diriku.. Makasih banyak u Ajib, Kun Ani, Iwan Sam, Makhsun ( ternyata kita tetanggaan ), Eko Pri, Wikan ( Maaf, saya lupa ucapin Met Ultah ), Pupung, Eko Wiyanto

Pokoknya rugi deh klo gak dateng Reuni tgl 4 Okt besok....... .... Saya aja yg dari Jkt, mewajibkan diriku u dateng....

Salam....( Elli Sacharina Dewi, Sos.1 )


Ipoenk Purwono Wahyu Adhie:

Ass, koq gambare runyek, dadine aku pangling karo wong2e sing botk ko dadi loro, sing klambi putih mestine Adjib sing sijine sapa kuwe ? Asep/adiyani tetep gering duwur cuman nambah kumis doank, iyus isih kriting. wass


Rudi "Bethur" Prasetyo :
Brother,Sister,,,,,,aku kuangen buanget......(rudy bethur A3-4)

Buka Puasa Bersama

Deltu Club Jakarta Buka Bersama di RM Mas Miskun, Matraman Raya

Selasa sore, 9 September 2008 saya kebetulan pulang kerja agak gasik, jam 16.00 udah bisa keluar kantor. Nah, karena pulang gasik, sambil ngabuburit, tiba-tiba pengen jalan-jalan ke Gramedia Matraman, siapa tau dapat buku bagus. Meluncurlah diriku ke sana sendirian. Seperti biasa, saya betah baca2 buku agama di lantai 3.

Nah, di tengah keasyikan baca-baca buku bagus, tiba2 berkumandang adzan magrib, wah ternyata udah saatnya buka puasa. Sekedar membasahi kerongkongan, kubeli minuman teh kotak trus sekalian numpang sholat magrib di musholla Gramedia. Abis itu, buru-buru saya keluar nyari tempat makan. Pas muter balik di depan Gramedia, kuliat ada warung makan Mas Miskun, tanpa pikir panjang kuputuskan buka puasa di tempat itu.

Slogan RM ini menarik, Nasi Uduk Ayam Goreng Mas Miskun, Rasa Restoran Harga Kaki Lima, rame banget, berjubel orang buka puasa semua. Saat mau masuk saja saya ditolak, meja penuh kata salah satu pramusajinya. Jadi makin penasaran deh. Rumus kuliner khan kalo warung rame berarti ada yang menarik/enak di situ. Kubilang ma dia, masa cuma buat seorang saja nggak bisa mas. Akhirnya saya ngusel ke salah seorang pengunjung yang keliatannya udah mau selesai. Trus pesan menu... bla...bla....bla....

Sambil nunggu pesanan datang, saya sms-an ma Tina ngomongin donasi Reuni. Tina ngabari kalo hari Rabu tgl 10 September 2008 Panitia Reuni mau rapat. Tiba-tiba aja muncul ide, sambil berbuka puasa, gimana kalo Deltu Jakarta ngadakan acara buka bersama, di samping untuk mempererat silaturahmi, juga memberikan support ke panitia Reuni, katakanlah Purwokerto Rapat, Jakarta juga ada pertemuan.

Iseng kucoba telepon Iwan & Asep, gayung bersambut. Tempatnya langsung ditentukan, di RM Mas Miskun ini saja. Sepakat saya, Asep, Iwan menghubungi teman-teman. Satu persatu menyampaikan konfirmasi dirinya bisa datang, ada beberapa yang karena kesibukannya nggak bisa gabung, ada pula yang sibuk, nggak sempat membalas sms kami. Kami maklum, semuanya mendadak, karena idenya memang spontan saja.

Esok harinya, tiba-tiba muncul alumni baru di milis, Ellie Sacharina Dewi, wah surprise juga nih. Jadi makin nggak sabar nunggu sore. Hardiyanto, sore harinya mendadak ada tamu dari Jepang yang harus ditemui di kantornya, padahal sudah konfirmasi datang malah mau ngajak keluarganya. Tapi tak apalah, itu kewajiban yang harus dilakukannya di kantor.

Tibalah waktunya pertemuan buka bersama itu, di mana saat saya sampai ke sana ternyata sudah datang Kun Ani Ratih, yang dengan inisiatifnya membantu mempersiapkan menu buka puasa, sipp deh. Secara Adjib Al Hakim malas banget baca menu, klop khan.

Berikutnya muncul Ellie Sacharina Dewi, yang sebelumnya kukira Drg Tjatur, abis pake jilbab berkacamata sih. Wah, ternyata nggak banyak berubah anak ini, yang membedakan cuma jilbabnya aja. Mulailah cerita-cerita khas reuni mengalir. Disusul kehadiran teman-teman yang lain, Iwansams, Makhsun, Wikan, Asep, Eko Priyatno, Pupung (Purnomo Nur Hadiyanto, ex SMP1 tapi SMA1) kebetulan sekarang jadi saudara iparku, yang memang sengaja saya undang.

Surprisenya belum selesai, ternyata tiba-tiba nongol Eko “Item” Wiyatno, luar biasa. Makhluk satu itu baru kali ini nongol di pertemuan Deltu, makin heboh deh. Mudah-mudahan ini berkah Ramadhan. Dewi mpe bolak balik bilang, sampe kenyang rasanya saking bahagianya bertemu dengan kawan-kawan lama.

Makhsun pun berinisiatif mengontak panitia Reuni di Purwokerto yang lagi rapat via laptopnya. Sayang koneksinya tidak terlalu bagus, tapi sempat beberapa kali chat dengan Kadar Yuniarto. Drg Tjatur yang sudah konfirmasi datang, karena profesinya tiba-tiba berhalangan, kedatangan pasien istimewa. Mas Yudi Irianto, suami Alfina Damayanti sakit gigi, hahaha... ada-ada saja. Jadilah mereka berdua, Tjatur dan Alfina malah mengadakan reuni sendiri bersama suami masing-masing di kediaman Drg Tjatur.

Bener-bener terasa deh keakraban kita malam itu. Melepas kangen dengan teman lama, berceloteh tanpa memikirkan pekerjaan, tanpa kepalsuan, tanpa melihat jabatan dan profesi. Bener-bener menyatu, bak ngobrol di Warung Pak Dikin seperti saat sekolah dulu....